Orang Kampung dan Kampungan

January 9, 2009 at 9:26 pm | Posted in Uncategorized | 1 Comment
Tags:

Saya sendiri berasal dari kampung, bagian perkampungan dari kota Bandung. Apakah saya yang dari kampung, lantas dengan sendirinya harus mendapat julukan kampungan?

Apa beda antara kampung dan kampungan? yang pertama adalah lebih menunjuk kepada geografis atau lokasi dimana seseorang tinggal. sementara yang yang kedua lebih menunjukkan suatu sikap yang “uncivilized” atau “uneducated” . bagaimana seseorang itu menyikapi sesuatu terlepas orang itu dari kota maupun desa.

Dari pemikiran diatas, orang kampung tidak tepat kalau dibilang kampungan hanya berdasarkan geografis. artinya orang kampung bisa saja lebih “ngota” ketimbang orang-orang yang hidup dikota ketika orang-orang kampung begitu respek dan simpati terhadap sesama.

Orang-orang yang tinggal dikota sebaliknya bisa saja lebih kampungan dari orang-orang kampung, jika orang-orang kota cenderung egois dan tidak punya respek baik terhadap sesama maupun terhadap alam.

Saya pun bertanya apakah korupsi yang terjadi di pusat-pusat kekuasaan itu bagian dari sikap kampungan? rasa-rasanya, praktek korupsi itu bukanlah praktek yang beradab, tapi justru jiji dan menjijikan. kalau korupsi itu praktek yang uncivilized, berarti pelaku-pelaku korupsi itu baik dikota maupun di desa, adalah orang-orang yang kampungan banget. Bisa jadi mobil mereka mewah, rumah mereka megah, tapi sayang dihasilkan dari mentalitas kampungan mereka.

Orang kampung jangan bersedih hati hanya karena tinggal di kampung. sebaiknya kampung kalian harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Buanglah sampah pada tempatnya. Bangunlah jiwa-jiwa entrepreneur untuk para remaja desa agar menjadi generasi dengan karaktek yang tegas dan kuat, bukan generasi yang pintar mengeluh. kampung kalian harus bersih sebersih pikiran dan hati kalian. Bangun pula jiwa-jiwa kritis yang tidak mau dibodohi oleh orang-orang yang ngakunya pintar tapi justru membodohi.

Orang kampung dengan karakter yang metropolitan dan well-civilized, kenapa tidak?

ahmad, Riyadh 5/1/2008

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Betul Kang! Saya juga berasal dari kampung yang kalau Akang coba lihat di Google Earth saja masih belum terdeteksi. Tapi Orang yang berasal dari kampung tidak berarti kampungan koq. Malah biasanya, karena orang yang berasal dari kampung itu sudah terbiasa dengan kehidupan yang begitu bersahaja, saling mengasihi antar sesama tanpa pamrih, terbiasa taat peraturan, saling menghargai, saling menghormati satu sama lain, terlatih untuk melakukan semuanya atas dasar ikhlas. Jadi begitu mereka tiba di rimba kota yang begitu heterogen, malah mereka lebih cepat untuk beradaptasi karena kebersihan hati mereka, dan akhirnya mereka lebih ngota bila dibandingkan dengan orang yang mengaku asli orang kota. Menurut saya klasifikasi seseorang disebut kampungan bukan dilihat dari mana orang itu berasal, tapi bagaimana dia berperilaku. Orang-orang yang tdak punya aturan, orang-orang yang berperilaku curang, menghalalkan segala cara, dsb antek-antek dari perilaku tsb, mereka itulah yang pantas berpredikat kampungan. Ok, Kang, jangan bosan-bosan untuk terus beropini, karena hal itu akan terus membukakan hati kita terhadap apapun yang terjadi di sekeliling kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: